Selasa, 26 November 2019

HUBUNGAN BAKAT, MINAT DAN KARIR


HUBUNGAN BAKAT, MINAT DAN KARIR

       A.    Pengertian Bakat, Minat, Potensi, Kemampuam, dan Prestasi
-          Bakat
Bakat adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dimana kemampuan tersebut sudah melekat dalam dirinya dan dapat digunakan untuk melakukan hal-hal tertentu dengan lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan orang biasa.
-          Minat
Minat ini merupakan dorongan atau keinginan dalam diri seseorang pada objek tertentu. Contohnya seperti, minat terhadap pelajaran, olahraga, atau juga hobi.
-          Potensi
Potensi diri merupakan kemampuan atau kekuatan diri seseorang baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, akan tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal oleh seseorang. Kata potensi berasal dari serapan dari bahasa Inggris, yaitu potencial.
-          Kemampuan
Kemampuan adalah kapasitas seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. Kemampuan adalah sebuah penilaian terkini atas apa yang dapat dilakukan seseorang.
-          Prestasi
Prestasi berasal dari bahasa Belanda yang artinya hasil dari usaha. Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan. Dari pengertian prestasi tersebut, maka pengertian prestasi diri adalah hasil atas usaha yang dilakukan seseorang.
                                                                                         



         B.  Cara Mengetahui Bakat dan Minat Hingga Menjadi Prestasi
1.       Cari tahu apa impian Anda
Cara pertama untuk mengenali potensi diri adalah dengan mengetahui apa impian Anda. Boleh-boleh saja punya banyak impian, namun sebisa mungkin fokuslah pada impian yang terbesar.
Ketika anda yakin memiliki potensi yang sesuai minat, selanjutnya anda tahu harus bagaimana mengembangkannya

2.       Ketahui apa yang Anda sukai

Menjadi orang sukses tak harus cemerlang dalam akademis atau memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Terkadang Anda cukup tahu apa yang Anda sukai, lalu maksimalkan potensi diri pada bidang tersebut.

Seperti Bill Gates misalnya yang tidak terlalu cemerlang dalam dunia akademis. Namun ia sangat tertarik dengan komputer setelah membaca artikel yang terkait dengan itu. Langkah selanjutnya, Bill pun memilih mempelajari dan menekuni perangkat lunak komputer hingga mencapai kesuksesan.

Mungkin Anda memiliki hobi menggambar, memasak, menulis atau apa pun itu. Mungkin juga hobi Anda terlihat remeh. Namun ingat, jangan pernah meremehkan sebuah hobi.

Dalam hobi Anda, terletak potensi diri yang luar biasa. Jika Anda jeli memaksimalkannya, maka hobi itu pun bisa menjadi sumber keberhasilan yang tidak pernah Anda sangka sebelumnya. Potensi mudah berkembang ketika kita melakukan hal-hal yang kita sukai.

3.       Kenali kelebihan dan kekurangan diri

Untuk bisa dengan mudah menggali potensi diri, Anda juga perlu mengenali kelebihan dan kekurangan Anda sendiri. Mulailah dengan membuat daftar berisi kelebihan dan kekurangan. Lalu amati dan pahami kekuatan dan kelemahan Anda, agar Anda tahu di mana potensi sesungguhnya.

Jika Anda kesulitan membuat daftar kelebihan dan kekurangan, Anda bisa bertanya kepada orang lain. Dengan demikian, kemungkinan besar Anda akan menemukan hal-hal yang selama ini tidak pernah Anda sadari.

Namun jangan mudah tersinggung ketika orang lain menunjukkan di mana kekurangan Anda. Tak ada seorangpun yang sempurna. Jadi belajarlah menerima masukan dengan lapang dada untuk perbaikan diri di masa depan.

4.       Berani menghadapi kegagalan

Selanjutnya setelah Anda mengenal dan memahami diri sendiri, maksimalkan kekuatan mental dengan berani menghadapi kegagalan.

Banyak orang menganggap kegagalan sebagai akhir sebuah perjuangan, padahal kegagalan sebenarnya adalah awal sebelum datangnya keberhasilan itu sendiri. Cara kita menyikapi kegagalan itulah yang akan menentukan seberapa suksesnya kita.

Kegagalan seharusnya tidak menghalangi anda dalam menggali dan mengembangkan potensi diri. Anda harus mampu mengubah cara pandang terhadap kegagalan dengan menjadikannya kewajaran. Ketika anda bisa menerima kegagalan dan melihatnya sebagai suatu yang wajar, maka anda tidak akan tidak takut gagal. Justru kegagalan menjadikan pribadi anda jauh lebih kuat

5.       Coba hal-hal baru
Untuk optimalisasi potensi diri, jangan takut mencoba hal-hal baru. Mungkin saja diantara hal-hal yang Anda pelajari itu, terletak kekuatan Anda sesungguhnya. Maka dari itu, jangan ragu membuka wawasan dan pengetahuan akan banyak hal di sekitar Anda.
Berani mencoba hal-hal baru juga membawa manfaat yang positif, seperti :
-          Mampu mengatasi ketakutan
-          Memicu kreativitas
-          Mendapatkan teman atau relasi yang baru
-          Menghargai diri sendiri

Ingin sukses? Jangan batasi potensi diri. Tidak ada kesuksesan tanpa berani mencoba hal-hal yang baru.

6.       Jangan takut berbeda
Memiliki potensi diri atau kemampuan yang berbeda dengan orang lain, biasanya akan mengecilkan nyali Anda. Jangan ragu menunjukkan dan mengembangkannya selama itu positif. Berbeda toh bukan berarti salah.
Misalnya Anda menyukai dunia jurnalis, sedangkan teman-teman dalam komunitas Anda lebih menyukai olahraga. Jangan takut berbeda. Jangan takut dicap aneh atau nyeleneh. Justru Anda akan terlihat unik lalu maksimalkan kemampuan Anda itu.
Berani berbeda akan berdampak positif bagi Anda, karena Anda akan terus mengembangkan potensi diri dan berani menjadi diri sendiri.

7.       Miliki motivasi yang kuat
Untuk mencapai prestasi, Anda perlu memiliki motivasi yang kuat. Motivasi ini yang nantinya akan membangkitkan semangat Anda dalam mencapai karya terbaik.
Anda bisa membaca kisah orang-orang sukses atau tokoh yang Anda gemari. Mereka pun berhasil meraih kesuksesan karena memiliki motivasi yang kuat dalam hidupnya.
Lalu bagaimana menumbuhkan motivasi dalam diri kita? Coba lakukan cara sederhana ini.
-          Belajarlah fokus dan membuat susunan target yang jelas untuk meraih prestasi
-          Catat perkembangan Anda sehingga Anda tahu seberapa jauh Anda melangkah
-          Belajar dari kegagalan sebelumnya

8.       Tentukan tujuan Anda
Sepertinya mustahil Anda meraih sebuah prestasi tanpa tujuan yang jelas. Misalnya ingin menjadi ilmuwan. Itu adalah tujuan yang umum. Anda perlu menentukan tujuan spesifik juga. Ilmuwan dalam bidang apa? Ilmuwan yang bagaimana?
Tentukan tujuan secara spesifik, agar Anda tahu apa goal Anda dalam hidup ini. Agar Anda bisa mengembangkan potensi juga ke arah yang lebih tepat. Setelah tujuan ditetapkan, langkah selanjutnya:
-          Membuat perencanaan kecil yang mendukung, atur secara bertahap seperti mingguan, bulanan, tahunan hingga tercapai tujuan itu sendiri
-          Atur prioritas dalam daftar perencanaan kecil tadi, agar tidak berbenturan dan menjadi tidak efektif
-          Review daftar Anda, apakah semua berjalan sesuai rencana atau tidak
-          Jika tidak berjalan dengan baik, lakukan revisi daftar dan sesuaikan dengan kondisi yang ada, lalu kerjakan lagi seperti semula

9.       Buat daftar pencapaian

Cara menggali potensi diri untuk berprestasi selanjutnya adalah membuat daftar pencapaian. Setelah Anda membagi-bagi tujuan dalam perencanaan kecil, buatlah daftar atas hal-hal yang berhasil Anda capai.

Ini dilakukan untuk memberikan apresiasi pada diri sendiri, termasuk mengingatkan Anda bahwa Anda telah berhasil melakukan sesuatu. Dengan demikian, Anda akan dikuatkan dalam menghadapi tantangan dan rintangan pada tujuan-tujuan selanjutnya.

Karena sejatinya keberhasilan terbesar terdiri dari kumpulan keberhasilan kecil yang Anda lakukan

10.   Hindari membandingkan diri dengan orang lain

Sebagaimana setiap orang memiliki potensi yang berbeda-beda, maka pencapaian yang berhasil diraih pasti berbeda-beda pula.

Tak perlu minder melihat pencapaian orang lain, apalagi merasa pencapaian diri sendiri tak pantas dibanggakan. Tak akan ada habisnya jika Anda terus membanding-bandingkan diri dengan keberhasilan orang lain.

Justru sebaiknya, jadikan keberhasilan orang lain sebagai motivasi agar Anda tidak berhenti berusaha memaksimalkan kemampuan diri hingga mencapai keberhasilan seperti mereka.

Ketika Anda tahu bagaimana potensi, kekuatan serta keunggulan Anda, tentu akan lebih mudah mencapai tujuan yang Anda inginkan.

11.   Perluas wawasan Anda

Untuk dapat mengembangkan potensi diri, Anda harus mau terus belajar dan memperluas wawasan. Jangan merasa sudah terbaik dalam satu hal, Anda harus punya sikap rendah hati agar bisa berprestasi.

Perluas wawasan dengan segala macam informasi bermanfaat yang ada di sekitar Anda. Pada era digital ini, mendapatkan informasi tentu sangat mudah karena adanya internet. Manfaatkan kemudahan itu dan jangan ragu mengembangkan potensi diri semaksimal mungkin untuk meraih impian.

12.   Bergabung dengan komunitas

Berkumpul dengan orang-orang positif dalam komunitas tertentu, akan memberi semangat bagi Anda untuk terus berkembang. Anda akan menemukan banyak inspirasi dan motivasi dari para anggota komunitas. Anda pun bisa menjadi sumber inspirasi mereka.

Saling menguatkan, saling memberi saran dan berbagi pengalaman adalah keuntungan-keuntungan bergabung dalam komunitas. Anda pun tak merasa berjuang sendiri, karena banyak orang siap mendukung Anda.



TI Dalam Bimbingan dan Konseling




Di era modern ini, hampir semua bidang dan aspek kehidupan memanfaatkan teknologi dan informasi untuk berbagai keperluan. Tidak menampik, bahwa generasi saat ini erat kaitannya dengan teknologi dan informasi. Kemajuan zaman dan terus tumbuhnya inovasi teknologi informasi dalam berbagai hal membuat teknologi informasi menjadi kebutuhan pokok bagi generasi muda. Salah satunya pemanfaatan tekonologi informasi dalam berbagai layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi.

Manfaat dan Peran Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling
Bimbingan dan konseling (BK) di Indonesia merupakan layanan yang sedang berkembang dalam dunia pendidikan. Salah satu hal yang ikut berperan dalam mengembangkan bimbingan dan konseling di Indonesia adalah perkembangan teknologi informasi (TI). Kemajuan TI memberikan kemudahan dalam berbagai hal, misalnya dapat mempermudah proses komunikasi, serta menghemat biaya jika ingin melakukan hubungan dengan orang lain yang jaraknya jauh. Karakteristik utama dari TI itu sendiri mencakup software dan hardware yang digunakan untuk memperoleh, menyebarkan, memproses ataupun menyimpan berbgai informasi yang bermanfaat dan dibutuhkan. Sesuai dengan karakteristik TI, maka peranan TI dalam bimbingan dan konseling sangatlah banyak, diantaranya mempermudah dalam merencanakan dan merancang pelayanan bimbingan dan konseling, memproses data terkait pelayanan bimbingan dan konseling, menciptakan aplikasi dalam membantu pelayanan bimbingan dan konseling, mengolah data pelayanan bimbingan dan konseling, dan masih banyak hal yang bermanfaat bagi terlaksananya bimbingan dan konseling yang efektif. Dahulu bimbingan konseling masih diartikan sebagai hubungan face to face yaitu ketika konselor bertemu langsung dengan konseli, saat ini dengan kemudahan dan perkembangan TI konseli dari tempat yang sangat jauh dapat berhubungan secara langsung dengan barbagai media TI yang memungkinkan, semisal telpon, video call, pesan singkat ataupun email, tampilan video, power point, video, dll. Kondisi tersebut tentunya merubah konsep awal yaitu konsep bimbingan dan konseling yang face to face harus menyesuaikan dengan perkembangan TI yaitu konseling dapat dilakukan dengan berbagai media TI yang sedang berkembang. Bimbingan dan konseling yang demikian maka tidak lagi terikat dengan konsep lama dan lebih pada suatu invoasi pelayanan BK. Perkembangan TI yang semakin canggih ini secara langsung dapat mendukung proses pemberian layanan BK yang lebih kreatif, menarik dan inovatif. Layanan BK yang sifatnya inovatif sudah tentunya dapat membangkitkan dan meningkatkan nilai tambah bagi pelayanan BK tujuan layanan dapat tercapai dengan baik. Dengan demikian, keberadaan TI sangat dibutuhkan dalam mendukung pelayanan bimbingan dan konseling. Kondisi tersebut juga diperkuat dalam konsep BK komprehensif dimana kedudukan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling masuk ke dalam berbagai layanan dalam bimbingan dan konseling. Ini berarti bahwa teknologi informasi menjadi salah satu sarana bagi terlaksananya layanan bimbingan dan konseling.
Beberapa manfaat TI dalam BK yakni, mempermudah konselor dalam menyusun, mencari dan mengolah data, menjaga kerahasiaan suatu data, karena dengan teknologi memungkinkan untuk menguncinya dan tidak sembarang orang dapat mengaksesnya, membantu individu maupun kelompok untuk dapat berkomunikasi dengan lebih mudah dan relatif murah dalam pelaksanaan konseling, memberikan kesempatan kepada individu untuk berkomunikasi lebih baik dengan menggunakan informasi yang mereka terima tanpa bertemu secara langsung (E-Counseling),dan menjadikan teknologi informasi sebagai alat dalam suatu program kegiatan, sehingga kegiatan tersebut lebih teratur dan terstruktur. (Agung Primadika, 2015)
Salah satu penerapan teknologi informasi dalam BK diantaranya pada penyelenggaraan dukungan sistem. Dukungan sistem dapat berupa sarana-prasarana, sistem pendidikan, sistem pengajaran, visi-misi sekolah dan lain sebagainya. Berbicara sarana-prasarana, memasuki dunia globalisasi dengan pesatnya teknologi dan luasnya informasi menuntut dunia konseling untuk menyesuaikan dengan lingkungannya agar memenuhi kebutuhan masyarakat luas. (Sulistyorini, 2012).

Beberapa masalah yang mungkin timbul dan harus diwaspadai secara cermat antara lain:
1)        Isu-isu etika, yaitu hal-hal yang terkait dengan kode etik konseling yang harus ditaati oleh konselor maupun pihak lainnya. Hal-hal yang terkait dengan isu etika antara lain menyangkut: (a) keharasiaan; (b) Validitas data; (c) penyalah-gunaan komputer oleh konselor; (d) kekurang-pahaman konselor tentang lokasi dan lingkungan klien; (e) keseimbangan akses terhadap internet dan jalan raya informasi, (f) kepedulian terhadap privacy (kerahasiaan pribadi); (7) kredibilitas konselor.
2)        Isu-isu pengembangan hubungan konseling, yaitu isu yang terkait dengan hubungan antara konselor dengan klien secara tatap muka sebagai tindak lanjut dari konseling yang dilakukan melalui internet. Ada kalanya klien atau konselor merasa perlu adanya pertemuan tatap muka sebagai tindak lanjut dari interaksi melalui internet. Hal itu dapat dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan konselor dan klien atau dapat diatur secara khusus.
Sehubungan dengan masalah sebagaimana dikemukakan di atas, konseling melalui internet dalam segala macam fiturnya, kurang tepat dilaksanakan dalam hal:
1)        Klien yang mengemukakan hal-hal yang bersifat sangat rahasia secara pribadi.
2)        Klien yang diidentifikasi mengalami kesulitan dalam kepercayaan hubungan.
3)        Konselor yang tidak memiliki kompetensi untuk melaksanakan layanan konseling maya.
4)        Tidak tersedia konselor yang memiliki kompetensi untuk layanan tatap muka.
Agar cyber counseling dapat terlaksana secara efektif, harus dikembangkan dengan cermat terutama dalam disain, perencanaan, pelaksanaan, sumber pendukung, dan evaluasi. Cyber counseling yang tidak dikembangkan secara cermat, maka kemungkinan akan timbul hal-hal: (1) membatasi kerahasiaan hubungan konseling, (2) menyampaikan informasi yang tidak tepat, (3) kurang memberikan intervensi yang sebenarnya diperlukan, (4) dilaksanakan oleh konselor yang tidak berkewenangan, (5) keterbatasan konselor dalam pemahaman lokasi dan lingkungan klien, (6) keterbatasan keseimbangan akses terhadap sumber-sumber konseling, (7) keterbatasan dalam kerahasiaan yang diperlukan, (8) mendorong adanya penyampaian materi dari konselor yang tidak berwenang.


Nurihsan, Ahmad Juntika. 2007. Strategi Layanan Bimbingan&Konseling. Bandung: Refika Aditama.


Rabu, 13 November 2019

MANAJEMEN WAKTU


       Image result for manajemen waktu  
         A.    Prinsip Manajemen Waktu
Waktu merupakan sumber daya yang unik. Setiap hari semua orang memiliki jumlah waktu yang sama, waktu juga tidak dapat diakumulasi.
Manajemen waktu adalah suatu cara untuk mengatur dan memanfaatkan setiap bagian dari waktu untuk melakukan aktivitas tertentu yang sudah ditargetkan atau ditentukan dalam jangka waktu tertentu dan aktivitas tersebut haruslah diselesaikan.

           B.     Manfaat Melaksanakan Manajemen Waktu
1.      Untuk melaksanakan berbagai tugas dan aktivitas yang penting sehingga tersisa waktu untuk membuat inovasi dan rencana bagi masa depan (perencanaan karir)
2.      Untuk merencanakan waktu rehat dan refreshing. jika anda tidak menyisakan waktu untuk berhenti sejenak dari tuntutan dan tekanan kegiatan harian, maka kesehatan anda bisa terganggu atau anda mengalami kelelahan.
3.      Untuk menentukan skala prioritas dan menyukseskan kegiatan yang paling penting dalam hidup kita
4.      Untuk memanfaatkan dan menggunakan waktu sebaik-baiknya
5.      Untuk mengurangi rasa malah dalam beraktifitas

            C.    Strategi Melaksanakan Manajemen Waktu yang Efektif
1.      Buatlah daftar tugas yang harus dilakukan (list “to do”) dan tentukan prioritas. Dalam menentukan prioritas pekerjaan  bisa menggunakan metode ABC, yaitu dengan cara menempatkan setiap tugas dalam list “to do” ke dalam salah satu kategori berikut:
a.       Prioritas A “Harus dilakukan/dikerjakan”
Yaitu tugas penting yang jika tidak dilaksanakan akan berakibat target tidak terealisasikan. Inilah tugas yang paling mendesak.
b.      Prioritas B “Sebaiknya dilakukan/dikerjakan”
Yaitu tugas-tugas yang tingkat urgensinya adalah menengah. Ia adalah tugas-tugas yang penting namun tidak krusial. Dalam batas-batas tertentu, ia andil dalam menyukseskan target.
c.       Prioritas C “Menyenangkan jika dilakukan/dikerjakan”
Yaitu tugas-tugas yang nilainya paling rendah. Meskipun tugas ini menarik atau menyenangkan, tugas ini dapat dihapus, ditunda atau di jadwalkan untuk periode yang tidak sibuk. Tugas ini hanya memberikan sedikit peranan dalam menyukseskan target
2.      Mencurahkan perhatian utama pada perioritas A
3.      Terntukan batas waktu (deadline) untuk setiap tugas dan tentukan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tugas anda serta tentukan pula waktu untuk memulai setiap tugas anda.
4.      Terus menerus bertanya “Bagaimana cara terbaik menggunakan waktu saya sekarang?” dan KERJAKAN.



JADWAL KEGIATANKU SELAMA SEPEKAN
Hari/ Tanggal
Daftar Tugas yang Harus Dilakukan
Prioritas (A/B/C)
Waktu Pengerjaan
Batas Waktu (Deadline)
Evaluasi
Senin





Selasa





Rabu





Kamis





Jum’at





Sabtu





Minggu








   Sumber: SMP N 14 Bandar Lampung